Sejarah Kekaisaran Mongolia Terbesar Sepanjang Sejarah

Sejarah Kekaisaran Mongolia Terbesar Sepanjang Sejarah

Kekaisaran Mongolia ialah kekaisaran ke dua terbesar dalam peristiwa dunia, hanya diungguli luasnya oleh Imperium Britania, menguasai tidak cukup lebih 33 juta km² pada puncak kejayaannya, bareng dengan estimasi masyarakat situs slot online terbaru CERIASLOT sejumlah di atas 100 juta orang dan menjadi yang sangat kuat di pada semua kekaisaran abad pertengahan.

Sejarah Kekaisaran Mongolia Terbesar Sepanjang Sejarah

Asal mula

Kekaisaran Mongolia didirikan oleh Jenghis Khan pada tahun 1206 setelah mempersatukan Suku-suku Mongolia yang waktu tersebut sering berselisih di pada sesama dan mengawali tidak sedikit penaklukan di semua benua Eurasia yang di awali bareng dengan penaklukan Dinasti Xia Barat di Cina Utara dan Kerajaan Khawarezmia dalam cerita kerajaan di eropa dan juga di Persia. Pada puncaknya, Kekaisaran Mongolia menguasai beberapa satu} besar distrik Asia Tenggara ke Eropa tengah. Selama keberadaannya, Mongolia jalankan pertukaran kebiasaan pada Timur, Barat dan Timur Tengah tidak cukup lebih abad ke-13 dan 14.

Kekaisaran Mongolia dipimpin oleh Khagan (Khan Agung keturunan Jenghis Khan) secara turun-temurun. Sesudah kematian Jenghis Khan, Kekaisaran Mongolia pada dasarnya terbagi menjadi empat anggota yaitu; Dinasti Yuan (Cina), Ilkhanate (Persia), Kekhanan Chagatai (Asia Tengah), dan Golden Horde (Rusia). Semua distrik jatah tersebut dipimpin oleh keturunan Jenghis Khan.

Khan-Khan Asia Tengah dan Asia Barat

Sementara itu, semua pemimpin distrik atau kerajaan bawahan Khan-Khan Agung Mongol memerintah bareng dengan lumayan bebas, beberapa satu} yang populer pada beda adalah :

  • 1227-1241 Chagatai Khan; anak Jenghis Khan, yurt atau distrik kekuasaannya mencakup Transoxania hingga Turkestan Timur, pun pula Gunung T’ien Shan.
  • 1226-1280 Orda Khan; anak Jochi, putra sulung Jenghis Khan dan pendiri Kekhanan Gerombolan Putih.
  • 1227-1255 Batu Khan; saudara Orda Khan dan pendiri Kekhanan Gerombolan Biru.
  • 1256-1265 Hulagu Khan; saudara Möngke Khan dan Kublai Khan, dan pun penguasa Il-Khanate (Il-Khan dengan kata lain warga atau bawahan Khan Agung).
  • Kadan Khan; salah seorang anak daripada Ogadai Khan.
  • Oghui, bukan bermarga khan.

Pada 31 Mei pasukan Mongol menjangkau kemenangan atas pasukan koalisi beberapa sat} negara Rus’ di pinggir sungai Kalchik atau Kalka di area Oblast Donetsk Modern, Ukraina yang banyak terdapat slot pragmatic bet murah. Namun masa-masa pasukan Mongol jajaki menguasai tanah Jawa dapat di kalahkan. Saat tersebut pasukan Mongol diungguli oleh Raden Wijaya yang adalahpendiri dan raja kesatu Kerajaan Majapahit.

Sejarah datangnya pasukan Mongol

Dalam buku 7 Abad Penantian (2018) karya Yati Lestari, Raden Wijaya adalah menantu Kertanegara yang merupakan raja Kerajaan Singasari. Kerajaan Singasari merupakan kerajaan terkuat yang ada di Jawa kala itu dan mencuri perhatian salah satu Dinasti Yuan berasal dari China. Waktu itu penguasanya adalah Kubilai Khan Pada kala itu Kubilai Khan sedang main situs slot lalu mengirim utusannya untuk menarik upeti Kerajaan Singasari terhadap 1289. Sudah {beberapa|sebagian|lebih berasal dari satu} kali Kubilai Khan mengirim utusan ke Jawa, yakni terhadap 1280, 1281, dan 1286.

Sejarah Terbentuknya Kerajaan Inggris

Kerajaan Bersatu Britania Raya dan Irlandia Utara (bahasa Inggris: United Kingdom of Great Britain and Northern Ireland atau United Kingdom, UK), atau secara biasa dikenal sebagai Britania Raya, atau Britania, yaitu sebuah negara berdaulat yang terletak di lepas pantai barat laut benua Eropa.

Britania Raya yaitu sebuah negara kepulauan yang terdiri dari Pulau Britania Raya, bagian timur laut Pulau Irlandia dan sejumlah pulau-pulau yang lebih kecil.

Irlandia Utara yaitu satu-satunya bagian dari Britania Raya yang berbagi perbatasan darat dengan negara berdaulat lain, yaitu Republik Irlandia.

Selebihnya, perbatasan darat Britania Raya dikelilingi oleh Samudra Atlantik, Laut Utara, Selat Inggris dan Laut Irlandia.

Permukiman manusia modern yang kelak akan menjadi Britania Raya sudah terbentuk semenjak sekitar 30.000 tahun yang lalu.

Pada akhir zaman prasejarah, populasi di kawasan ini diperkirakan sudah terbentuk. Waktu ini dinamakan dengan masa Kelts Insular, yang terdiri dari Britania Britonik dan Irlandia Gaelik.

Penaklukan oleh Romawi yang dimulai pada tahun 43 SM diikuti oleh invasi pemukim Jerman Anglo-Saxon ke kawasan yang kelak akan menyusun Wales.

Beberapa besar kawasan yang dihuni oleh Anglo-Saxon disatukan menjadi Kerajaan Inggris pada abad ke-10.

Sementara itu, penutur Gaelik di Inggris barat laut (yang terhubung ke Irlandia di timur laut dan secara tradisional sudah terjadi migrasi dari sana pada abad ke-5) bersatu dengan bangsa Pict dan kemudian menyusun Kerajaan Skotlandia pada abad ke-9.

Pada tahun 1066, bangsa Normandia menyerang Inggris dan sesudah penaklukannya, Normandia berhasil merebut sebagian besar Wales, mengalahkan sebagian besar Irlandia dan menyusun permukiman di Skotlandia, yang membawa masing-masing negara hal yang demikian ke jangka waktu baru feodalisme yang berdasarkan contoh Prancis Utara dan kebudayaan Normandia-Prancis.

Kedatangan bangsa Normandia ini membawa pengaruh besar, melainkan pada akhirnya tetap sanggup berasimilasi dengan kebudayaan lokal di masing-masing negara.

Raja Inggris pada abad pertengahan berhasil mengalahkan Wales melainkan upayanya untuk mengalahkan Skotlandia mengalami kegagalan.

Setelah itu, Skotlandia tetap mempertahankan kemerdekaannya, meski kerap kali berkonflik dengan Inggris. Monarki Inggris, dalam upayanya untuk merebut koloni Prancis, juga kerap kali kali terlibat konflik dengan Prancis, terpenting dalam Perang Seratus Tahun.

Memasuki jangka waktu modern permulaan, Inggris dihadapkan pada konflik agama sebagai pengaruh reformasi dan diperkenalkannya gereja Protestan di masing-masing negara.

Wales sepenuhnya di klaim sebagai bagian dari Kerajaan Inggris, dan Irlandia diatur sebagai kerajaan dalam persatuan personal dengan Kerajaan Inggris.

Kawasan milik bangsa Gaelik Katolik yang merdeka disita oleh Kerajaan Inggris dan diberikan terhadap pemukim Protestan dari Inggris dan Skotlandia, yang berikutnya menyusun Irlandia Utara.

Pada tahun 1603, Kerajaan Inggris, Skotlandia dan Irlandia bersatu dalam penyatuan personal saat James VI, Raja Skotlandia, mewarisi mahkota Kerajaan Inggris dan Irlandia.

James kemudian memindahkan istananya dari Edinburgh ke London. Padahal demikian, setiap negara tetap menjadi entitas politik yang terpisah dan mempertahankan lembaga politik yang juga terpisah.

Pada pertengahan abad ke-17, ketiga kerajaan terlibat dalam serangkaian perang berkelanjutan (termasuk Perang Saudara Inggris) yang menyebabkan tergulingnya monarki dan terbentuknya negara republik kesatuan berumur pendek bernama Persemakmuran Inggris, Skotlandia dan Irlandia.

Padahal monarki berhasil dipulihkan kembali, hal ini menandai (dengan meletusnya Revolusi Agung pada tahun 1688) bahwa sama seperti monarki-monarki Eropa lainnya, monarki absolut tak akan menang.

Konstitusi Britania kemudian dimaksimalkan berdasarkan monarki konstitusional dan sistem parlementer.

Selama jangka waktu ini, terpenting di Inggris, berkembangnya energi angkatan laut menyokong dikerjakannya penjelajahan seberang lautan untuk menjajah dan mendirikan koloni, terpenting di Amerika Utara (lihat Imperium Britania).

Sejarah Berdirinya Kerajaan Thailand

Asal mula Thailand secara tradisional dihubungkan dengan sebuah kerajaan yang berumur pendek, Kerajaan Sukhothai yang didirikan pada tahun 1238.

Kerajaan ini kemudian diteruskan Kerajaan Ayutthaya yang didirikan pada pertengahan abad ke-14 dan berukuran lebih besar dibandingi Sukhothai. Kebudayaan Thailand diberi pengaruh dengan kuat oleh Tiongkok dan India.

Hubungan dengan beberapa negara besar Eropa dimulai pada abad ke-16 melainkan meskipun mengalami tekanan yang kuat, Thailand tetap bertahan sebagai satu-satunya negara di Asia Tenggara yang tidak pernah dijajah oleh negara Eropa, meskipun dampak Barat, termasuk ancaman kekerasan, mengakibatkan berjenis-jenis perubahan pada abad ke-19 dan diberikannya banyak kelonggaran bagi pedagang-pedagang Britania.

Sebuah revolusi tidak berdarah pada tahun 1932 menyebabkan diawalinya monarki konstitusional. Sebelumnya dikenal dengan nama Siam, negara ini mengganti namanya menjadi Thailand pada tahun 1939 dan untuk seterusnya, sesudah pernah sekali mengganti kembali ke nama lamanya pasca-Perang Dunia II.

Pada perang tersebut, Thailand bersekutu dengan Jepang; melainkan saat Perang Dunia II usai, Thailand menjadi sekutu Amerika Serikat. Sebagian kudeta terjadi dalam tahun-tahun sesudah usainya perang, melainkan Thailand mulai bergerak ke arah demokrasi sejak tahun 1980-an.

Kerajaan Sukhothai merupakan salah satu kerajaan tertua di Thailand yang berpusat di sekitar kota Sukhothai, berdiri sejak tahun 1238 hingga 1438. Sebelumnya wilayah kerajaan ini merupakan bagian dari Kerajaan Khmer.

Pada puncak kejayaannya di bawah raja ketiga Ramkhamhaeng, Sukhothai diperkirakan terbentang dari wilayah yang kini termasuk Myanmar) hingga ke dalam wilayah Laos modern, serta ke arah selatan di Semenanjung Malaya.

Setelah kematian Ramkhamhaeng, Sukhothai melemah dan berjenis-jenis kerajaan bawahannya mulai melepaskan diri. Pada tahun 1438, status Sukhothai berubah cuma menjadi sekadar provinsi dari Ayutthaya.

Kerajaan Ayutthaya didirikan pada tahun 1350 Raja Ramathibodi I (Uthong), yang mendirikan Ayyuthaya sebagai ibu kota kerajaannya dan mengalahkan dinasti Kerajaan Sukhothai pada tahun 1376.

Dalam perkembangannya, Ayyuthaya betul-betul aktif menjalankan perdagangan dengan berjenis-jenis negara asing seperti Tiongkok, India, Jepang, Persia dan beberapa negara Eropa.

Setelah lewat pertumpahan darah perebutan kekuasaan antar dinasti, Ayutthaya menjelang abad keemasannya pada perempat kedua abad ke-18. Pada masa yang relatif damai tersebut, kesenian, kesusastraan dan pembelajaran berkembang.

Perang yang terjadi kemudian merupakan melawan bangsa luar. Ayyuthaya mulai berperang melawan dinasti Nguyen (penguasa Vietnam Selatan) pada tahun 1715 untuk memperebutkan kekuasaan atas Kamboja.

Meski demikian ancaman terbesar datang dari Burma dengan pemimpin Raja Alaungpaya yang baru berkuasa sesudah mengalahkan wilayah-wilayah Suku Shan.

Pada tahun 1765 wilayah Thai diserang oleh dua buah pasukan besar Burma, yang kemudian bersatu di Ayutthaya. Ayutthaya akibatnya menyerah dan dibumihanguskan pada tahun 1767 sesudah pengepungan yang berlarut-larut.

Setelah serbuan Burma yang membumihanguskan ibu kota Ayutthaya, Jenderal Taksin mendirikan kerajaan baru pada tahun 1769 yang beribu kota di Thonburi (kini termasuk dalam Bangkok) dan menyatukan kembali bekas kerajaan Ayutthaya.

Taksin kemudian dianggap edan dan dieksekusi tahun 1782, dan digantikan oleh Jenderal Chakri, yang menjadi raja pertama dinasti Chakri dengan nama Rama II.

Tahun yang sama ia mendirikan ibu kota baru di Bangkok, di seberang sungai Chao Phraya dari ibu kota lama yang didirikan Jenderal Taksin. Pada tahun 1790-an Burma sukses diusir dari Siam.

Para penerus Rama I sepatutnya menghadapi ancaman kolonialisme Eropa sesudah kemenangan Britania di Burma tahun 1826.

Pada tahun yang sama Siam menandatangani perjanjian dengan Britania Raya, dan tahun 1833 Siam menjalin kekerabatan diplomatik dengan Amerika Serikat.

Perjanjian Inggris-Siam 1909 menetapkan batas-batas Siam dengan Malaya, meskipun serangkaian perjanjian dengan Prancis mematok batas timur dengan Laos dan Kamboja.

Kudeta tahun 1932 mengakhiri monarki totaliter di Thailand, dan memulai munculnya kerajaan Thailand modern.

Sejarah Terbentuknya Kerajaan Arab Saudi

Arab Saudi ialah negara paling luas di Jazirah Arab yang terkenal sebagai salah satu negara eksportir minyak bumi terbesar di dunia. Selain itu, negara dengan bentuk pemerintahan monarki ini juga benar-benar kondang seantero dunia karena terdapat dua kota Makkah dan Madinah.

Kedua kota ini benar-benar disucikan dalam agama Islam. Tiap tahun terlebih dalam musim haji, dua kota ini dipadati umat Islam dari segala penjuru dunia.

Kerajaan Arab Saudi yang kita kenal saat ini baru terwujud pada 23 September 1932. Tapi sebenarnya sekiranya diselidiki, permulaan abad ke-18 telah timbul negara Saudi pertama. Berikut sejarah berdirinya kerajaan Arab Saudi.

1. Negara Saudi pertama

Negara Saudi pertama

Seorang ulama bernama Muhammad bin Abdul Wahhab mengajarkan pemahaman pemurnian agama. Sebab banyak yang menyangkalnya, Abdul Wahhab mencari perlindungan. Ia langsung menjalin aliansi dengan pemimpin lokal bernama Muhammad bin Saud sejak 1726.

Dikutip dari Encyclopedia Britannica, koalisi ini berkembang pesat terlebih soal ekspansi militer. Satu per satu musuh ditaklukkan.

Ketika Abdul Aziz menggantikan ayahnya Muhammad bin Saud yang mangkat pada 1765, aliansi dengan Abdul Wahhab konsisten terjaga. Bahkan Abdul Wahhab berperan besar sebagai pengendali administrasi sipil negara tersebut.

Abdul Aziz sendiri didampingi putranya Saud, memilih melakukan ekspansi ke kota-kota lainnya. Pada 1788, negara Saudi ini menguasai wilayah dataran tinggi Najd. Abdul Wahhab wafat empat tahun kemudian.

Tapi kekuasaan aliansi ini telah meluas sampai ke sebagian besar Semenanjung Arab, termasuk Makkah dan Madinah.

Tren dan keberhasilan aliansi ini mengusik Kekaisaran Ottoman, energi dominan di Timur Tengah dan Afrika Utara pada saat itu yang berfokus di Konstantinopel (Istanbul), Turki.

Pada tahun 1818, Ottoman mengirim pasukan ekspedisi besar yang dipersenjatai dengan artileri modern ke wilayah barat Arab.

Tentara Ottoman mengepung Diriyah dan menghancurkan kota tersebut. Pemimpinnya Abdullah bin Saud dicokok kemudian dibawa ke Konstantinopel untuk dieksekusi mati.Keluarga Saud tercerai berai. Ada yang melarikan diri, sementara sisanya dikirim ke penjara Mesir bersama keturunan Abdul Wahhab.

2. Negara Saudi kedua

Negara Saudi kedua

Dinasti Saud berhasil pulih kemudian mendirikan negara Saudi kedua saat pada 1824 cucu Muhammad bin Saud bernama Turki berhasil merebut Riyadh dan mengusir garnisun Mesir. Sejak itu, Riyadh menggantikan Diriyah sebagai ibu kota negara. Dinasti Saud berhasil merebut kembali beberapa kota. Turki juga berhasil mengembangkan sektor pertanian, perdagangan, dan sastra.

Tetapi Turki hanya memerintah satu dekade saja. Dia dibunuh oleh sepupunya yang ambisius. Si Turki bernama Faisal balas dendam dengan meracun pembunuh ayahnya itu.

Ottoman kembali mengusik negara ini pada 1865 yang dipimpin anak Faisal bernama Abdulrahman. Kali ini Ottoman mendukung keluarga Al Rashid di Hila untuk menggulingkan negara Saudi.

Menghadapi lawan yang lebih kuat, Abdulrahman bin Faisal Al-Saud terpaksa mundur pada 1891. Dia mencari perlindungan dengan suku-suku Badui di padang pasir luas di Arabia timur.

Dari sana, Abdulrahman dan keluarganya termasuk putranya Abdulaziz mengerjakan perjalanan ke Kuwait. Mereka tinggal di sana hingga tahun 1902.

3. Kerajaan Arab Saudi modern

Kerajaan Arab Saudi modern

Abdulaziz muda, berhasrat merebut kembali warisan keluarganya dari Al-Rashid yang sudah mengambil alih Riyadh.

Dalam usia 22 tahun, pada 15 Januari 1902 dengan dipandu 40 pengawal Abdulaziz bergerak menuju Riyadh. Dia berhasil merebut Benteng Masmak dan mengumpulkan penyokong lama dinastinya. Peristiwa legendaris ini menandai awal penyusunan negara Arab Saudi modern.

Ketika Perang Dunia I (1914-1918), Abdulaziz memutuskan berkoalisi dengan Inggris. Keduanya punya kepentingan yang sama menumbangkan Kekaisaran Ottoman. Sesudah Ottoman roboh, Abdulaziz merajai segala Najd dan Hijaz, termasuk Makkah dan Madinah, pada tahun 1924 hingga 1925.

Dalam cara kerjanya, ia menyatukan suku-suku yang berbentrokan menjadi satu bangsa. Pada 23 September 1932, negara hal yang demikian dinamai Kerajaan Arab Saudi, negara Islam dengan bahasa Arab sebagai bahasa nasionalnya dan Alquran sebagai konstitusinya.

Abdulaziz memerintah Kerajaan Arab Saudi hingga tahun 1953. Sesudah Abdulaziz wafat, Arab Saudi berturut-ikut dipimpin Raja Saud, Raja Faisal, Raja Khalid, Raja Fahd, Raja Abdullah, dan Raja Salman yang memerintah sejak 2015.

Kerajaan Tertua di Dunia

Seperti yang kita ketahui kalau kerajaan merupakan tempat di mana diperintah oleh seorang raja atau seorang ratu. Kerap kali kerajaan disebut dengan monarki, itu karena kerajaan dipimpin oleh seorang yang mewariskan kepemimpinan dari pewaris yang sebelumnya.

Sebuah kerajaan dapat menjadi sangat besar, seperti misalnya di kerajaan Inggris Raya yang masih ada hingga saat ini. Selama abad ke-19, Britania Raya yang diperintahkan oleh London bahkan membentang sampai ke lima benua.

Kerajaan Tertua

Biasanya kerajaan dipecah menjadi sebuah wilayah yang lebih kecil, seperti misalnya menjadi sebuah negara atau provinsi.

Tapi apa, ya kerajaan pertama di dunia yang mulai menguasai kota dan pemukiman sehingga menjadikan sebuah kerajaan. Awalnya para penguasa ini menjanjikan perlindungan kepada para penduduk atau rakyat dan sebagai imbalan para rakyat harus membayarkan pajak ke raja atau kerajaan. Dengan demikian mereka bisa memiliki kekuatan dalam menegakkan hukum di kerajaan tersebut.

Sekitar tahun 3000 sebelum masehi, kerajaan pertama didirikan. Tepatnya di Sumeria dan Mesir. Sumer sendiri merupakan sebuah kerajaan yang berada di antara sungai Trigis dan Efrat di Irak.

Para orang Sumeria ini memiliki bahasa tertulis mereka tersendiri serta melakukan proyek konstruksi pertama. Kala itu mereka melakukan proyek saluran irigasi sampai ke kuil besar yang disebut dengan nama Ziggurat.

Ada beberapa bukti kalau kerajaan satu ini berdagang bahkan berperang dengan wilayah-wilayah sekitarnya.

Setelah beberapa ribu tahun kemudian, kerajaan Teotihuacan berkembang di Amerika Utara. Kerajaan satu ini berpusat di Meksiko, tepatnya di kota Teotihuacan. Terdapat setidaknya lebih dari 100.000 penduduk di sana, membuat kerajaan ini merupakan salah satu kerajaan kuno terbesar di dunia.

Lalu ada apa lagi kerajaan tertua di dunia? Selanjutnya ada kerajaan yang mungkin sudah tidak asing lagi di telinga kita, yaitu kerajaan Mesir. Di sini mereka dipimpin oleh seorang raja yang disebut dengan nama Firaun.

Mereka pun sempat mencapai puncaknya, tepatnya ketika di periode Kerajaan Baru. Kala itu Mesir tengah dipimpin oleh Firaun Amenhtop III yang memimpin sejak tahun 1386-1349 sebelum Masehi.

Kerajaan ini membentang sepanjang pantai Mediterania sampai ke Turki untuk bagian utara, sedangkan sampai ke Eritrea di Selatan.

Kerajaan Tertua

Hingga sekarang ini masih terdapat beberapa kerajaan yang masih diperintah oleh raja secara mutlak, misalnya Raja Salman Bin Absulaziz Al Saud yang berada di Arab Saudi, Raja Hassanal Bolkiah dari Brunei Darussalam, dan Raja Mswati III dari Swaziland.

Kerajaan-kerajaan ini memiliki badan legislatif dan perangkat hukum, yang di mana raja tetap menjadi otoritas terakhirnya.

Meski kerajaan identik dengan raja, tapi nyatanya banyak kerajaan yang juga tidak memiliki raja. Hal ini dikarenakan karakteristik dari suatu kerajaan berbeda dibandingkan dengan kerajaan lainnya. 

Kini sebagian besar kerajaan yang ada adalah konstitusional. Di mana raja dan ratu lebih bertindak kepada kepala negara seremonial dan dengan tanggung jawab publik. Seperti misalnya promosi pariwisata juga minat terhadap sejarah juga budaya bangsa. Mereka tidak memiliki otoritas politik yang besar.

Di bawah monarki konstitusional ini, negara lebih diatur dengan konstitusi atau undang-undang yang dijalankan oleh presiden atau perdana meteri yang sudah dipilih oleh rakyat.

Kerajaan Tertua

Seperti misalnya di Inggris, di mana Ratu Elizabeth II merupakan kepala negara resmi, namun bangsanya diatur oleh perdana menteri juga parlemen. Atau kerajaan di Thailand yang dulu merupakan kerajaan Siam kini merupakan kerajaan Modern. Di tahun 1932 mereka mengakhiri monarki absolutnya dan lebih memilih untuk demokrasi dengan dipimpin oleh pemimpin terpilih juga pengadilan hukum.